Mesuji (31/12). Alih-alih merayakan pergantian tahun dengan kegiatan hura-hura, warga Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Mesuji memilih mengisinya dengan Pengajian Akhir Tahun yang dilaksanakan secara serentak di berbagai masjid dan pusat kegiatan.
Pengajian akhir tahun ini dilaksanakan oleh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LDII Kabupaten Mesuji dengan membagi wilayah menjadi tiga zona. Untuk Zona 1, meliputi wilayah Simpang Pematang dan sekitarnya, kegiatan dipusatkan di Gedung Serbaguna (GSG) Masjid Al-Manshurin.
Sementara itu, Zona 2 yang mencakup Wilayah Tanjung Raya dipusatkan di Halaman Masjid Nasrullah, dan Zona 3 meliputi Wilayah Tanjung Serayan yang dipusatkan di Masjid Baitul A’la.
Rangkaian kegiatan pengajian meliputi tausiah agama, kegiatan yang menumbuhkan kekompakan dan kemandirian peserta, serta berbagai permainan bernuansa Islami yang dikemas secara edukatif. Selain itu, terdapat pula kegiatan pendukung lainnya yang bertujuan mempererat ukhuwah dan kebersamaan antarwarga.
Ketua Dewan Penasihat LDII Kabupaten Mesuji, H. Suparyo, memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan pengajian akhir tahun ini. Ia menekankan pentingnya peran kegiatan keagamaan dalam membentengi generasi muda dari perilaku negatif saat pergantian tahun.
“Kami berharap generasi muda, khususnya remaja, tidak mengisi malam pergantian tahun dengan hura-hura, tetapi dengan kegiatan yang positif, membangun karakter, dan meningkatkan keimanan,” ujar H. Suparyo.
Sementara itu, Ketua DPD LDII Kabupaten Mesuji, Rudi Hidayat, menyampaikan bahwa pengajian akhir tahun merupakan agenda rutin LDII untuk mengajak warga memaknai pergantian tahun sebagai momentum evaluasi diri dan peningkatan kualitas ibadah.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap warga dapat memperbaiki akhlak, meningkatkan ibadah, serta memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat,” ujar Rudi Hidayat.
Melalui pelaksanaan pengajian akhir tahun secara serentak di tiga zona tersebut, LDII Mesuji berharap dapat terus berkontribusi dalam pembinaan umat serta menciptakan masyarakat yang religius, rukun, dan harmonis.